BAB III
PERANCANGAN
SISTEM INFORMASI
A.
Desain
Sistem secara Umum
1.
Desain
Model Secara Umum
Sistem analisis dapat
mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk Physical
System dan Logical Model. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat
yang yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical system. Dan Logical
Model dapat digambarkan dengan Data Flow Diagram (DFD).
Sketsa dari physical system dapat
menunjukkan kepada user bagaimana nantinya sistem secara fisik akan diterapkan.
Pengolahan data dari sistem informasi berbasis komputer membutuhkan
metode-metode dan prosedur-prosedur.
Metode dan prosedur yaitu bagian dari
metode sistem informasi (model prosedur) yang akan mendefinisikan urut-urutan
kegiaatan untuk menghasilkan output dari input yang ada.
Sistem
informasi dapat mempunyai metode-metode pengolahan data sebagai berikut :
-
Metode pengolahan data terpusat
(centralized data processing method) lawan metode pengolahan data tersebar
(distributed data processing method). Metode pengolahan data terpusat merupakan
metode pengolahan data yang memusatkan pengolahannya pada suatu tempat tanggal
tertentu. Dengan adanya pengolahan data secara tersebar memungkinkan tiap-tiap
departemen untuk memasukkan data sendiri, mengolahnya sendiri bahkan
menghasilkan output sendiri.
-
Metode pengolahan kumpulan (batch
processing method) lawan metode langsung (online processing method). Metode
pengolahan kumpulan merupakan metode pengolahan data yang banyak digunakan dan
umum pada beberapa tahun yang lalu. Metode pengolahan langsung mempunyai
karakteristik tertentu yaitu transaksi yang terjadi secara segera dan langsung
digunakan untuk memutakhiran file induk.
2.
Desain
Input Secara Umum
Alat
dari input dapat digolongkan kedalam golongan yaitu alat input langsung dan
alat input tidak langsung. Proses dari input dapat melibatkan dua atau tiga
tahapan utama, yaitu data capture (penangkapan data), data preparation
(penyiapan data), dan data entry (pemasukan data). Ada dua tipe input yaitu
input internal dan eksternal.
Langkah-langkah
desain input secara umum yaitu :
1. Menentukan
kebutuhan input dari sistem informasi.
2. Menentukan
parameter dari desain input tersebut.
3.
Desain
Output Secara Umum
Output
(keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Output dapat
berupa hasil dari media keras (seperti misalnya kertas, microfilm) atau hasil
di media lunak (berupa tampilan di layar video). Tipe output yaitu output
intern yaitu output yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan manajemen. Dan output
ekstern adalah output yang didistribusikan kepada pihak luar yang
membutuhkannya.
Bentuk
atau format dari output dapat berupa keterangan-keterangan (narrative), tabel
atau grafik. Yang paling banyak dihasilkan adalah output yang berbentuk tabel.
Langkah-langkah
desain output secara umum yaitu:
1. Menentukan
kebutuhan output dari sistem informasi.
2. Menentukan
parameter dari desain output tersebut.
4.
Desain
Database Secara Umum
Basis
data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama
lainnya, tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak
tertentu untuk memanipulasinya. Database merupakan salah satu komponen yang
penting dari sistem informasi karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi
bagi para pemakainya. Sistem basis data adalah suatu sistem informasi yang
mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya
dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam
suatu organisasi.
Database
dibentuk dari kumpulan file. Sedangkan file dibentuk dari kumpulan Record. Dan
record dibentuk dari kumpulan field. Sedangkan field merupakan kumpulan
dari item data. Item data dapat berupa huruf, angka atau simbol –
simbol khusus.
Langkah-langkah
desain database secara umum yaitu:
1. Menentukan
kebutuhan file dari sistem informasi.
2. Menentukan
parameter dari desain database tersebut : Type File, Organisasi File & key
field dari file tsb. Parameter tersebut, meliputi:
·
Tipe dari file : file induk, file
transaksi, file sementara (temporary).
·
Media dari file : hardisk, disket, pita
magnetik, CD.
·
Organisasi dari file : fila
sequential, random, berindeks.
·
Field kunci dari file.
5.
Desain
Teknologi Secara Umum
Teknologi
dapat digunakan untuk menerima input, menjalanakan model, menyimpan dan untuk
mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian
daripada sistem secara keseluruhan.
Untuk
tahap desain teknologi secara umum, langkah pertama perlu dilakukan oleh analis
adalahmengidentifikasi jenis dari teknologi yang dibutuhkan, baik yang
berkaitan dengan penggunaanhardware (perangkat keras), software (perangkat
lunak) dan brainware yaitu personil yang sudahterlibat dengan sistem informasi.
Kemudian langkah kedua adalah menentukan jumlah yang akandibutuhkan dalam
penggunaan hardware maupun software untuk sistem informasi tersebut.
Teknologi
terdiri atas 3 bagian utama, yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak
(software) dan teknisi (humanware atau brainware). Teknisi yang mengetahui
teknologi dan membuatnya dapat beroperasi.
Kebutuhan
teknologi perangkat keras (hardware) komputer terdiri atas:
1. Alat
masukan (media input), adalah alat yang digunakan untuk memasukkan data,
bisa berupa keyboard, scanner, mouse, barcode, dan lain-lain.
2. Alat
pemroses (media proses), CPU atau prosessor ini merupakan komponen
pemrosesan logika dan aritmatika serta mengendalikan komputer. Kecepatan
pemrosesan ditentukan oleh kecepatan clock dari control unitnya. Perhitungannya
dalam satuan hertz, semakin besar nilainya semakin cepat clocknya. Contoh Intel
Core i7 2.93 Ghz artinya kecepatan clock dari control unitnya adalah2,93Ghz.
3. Alat
keluaran (media output), adalah alat yang digunakan untuk mengeluarkan
hasil dari pemrosesan data, bisa berupa monitor, printer, speaker, dan lain-lain.
4. Simpanan
luar (media simpan), media ini berfungsi untuk menyimpan data secara
permanen yang nantinya bisa dibaca kembali, bisa berupa harddisk, flashdisk,
CD, DVD dan yang sudah mulai ditinggalkan adalah disket. Satuan kapasitasnya
adalah bit atau byte, semakin besar nilainya semakin besar kapasitasnya. Contoh
Harddisk 160GB artinya kapasitas penyimpanan harddisk tersebut adalah 160Giga
Byte.
Ada
beberapa komponen tambahan yang berfungsi untuk menambah performansi dari
komputer itu sendiri, seperti LANcard, Wifi untuk perangkat networking dengan
satuan bitpersecond (bps), videocard untuk menghasilkan output gambar ke
monitor dengan satuan byte.
Kebutuhan
teknologi perangkat lunak (software) komputer dapat dikategorikan kedalam tiga
bagian yaitu:
1. Perangkat
lunak sistem operasi, merupakan perangkat lunak sistem dengan fungsi tertentu,
misalnya pemeriksaan perangkat keras (hardware troubleshooting), memeriksa
disket yang rusak (bukan rusak fisik), mengatur ulang isi harddisk
(partisi, defrag), contoh Utilty adalah Norton Utility.
Saat
komputer pertama kali di hidupkan, sistem operasilah yang pertama kali di
jalankan, sistem operasi yang mengatur seluruh proses, menterjemahkan masukan,
mengatur proses internal, memanejemen penggunaan memori dan memberikan keluaran
ke peralatan yang bersesuaian, contoh sistem operasi : DOS, Unix, Windows 95,
IMB OS/2, Apple’s System 7.
2. Perangkat
lunak bahasa pemrograman, merupakan perangkat lunak yang bertugas
mengkonversikan arsitektur dan algoritma yang di rancang manusia ke dalam
format yang dapat di jalankan komputer, contoh bahasa pemrograman di antaranya
: BASIC, COBOL, Pascal, C++, FORTRAN.
3. Perangkat
lunak paket aplikasi, perangkat lunak aplikasi merupakan bagian
perangkat lunak yang sangat banyak di jumpai dan terus berkembang. Sebelum
tahun 1990-an aplikasi yang di kenal yaitu pemroses kata (Word Star, Chi
Write), pemroses tabel (Lotus 123, Quatro Pro), database (DBASE), dan hiburan
(game). Pada perkembangan pemroses kata, tabel dan database saat ini telah di
bundel menjadi aplikasi office dengan tambahan aplikasi untuk
pembuatan presentasi yang nanti akan di berikan pada pelatihan ini. Contoh
aplikasi office adalah Microsoft Office yang terdiri dari
Word(pemroses kata), Excel (pemroses tabel), Access (database), dan PowerPoint
(presentasi). Yang berkembang sangat banyak saat ini adalah aplikasi multimedia
dan internet. Contoh aplikasi multimedia adalah Winamp untuk memutar musik
berformat MP3 atau CD Audio, kemudian RealPlayer yang dapat digunakan untuk
menonton film atau VCD. Aplikasi internet yang umum di gunakan adalah untuk
browsing, e-mail, chatting dan messenger.
Aplikasi
yang bersifat khusus di antaranya untuk membantu pekerjaan Engineer seperti
AutoCAD (gambar struktur), Protel (gambar rangkaian elektronik), dan Matlab
(pemroses dan visualisasi persamaan matematis).
B.
Desain
Sistem secara Terinci
1.
Desain
Input Terinci
Masukan (input)
merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan mentah dari informasi adalah
data yang terjadi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oeh organisasi.Data
dari hasil transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi.
Dokumen dasar merupakan
formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi. Data yang
sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai input ke sistem
informasi untuk diolah.
·
Mengatur Tata Letak Isi Input
Tujuannya :
1. Bagi
pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari input apakah sudah
sesuai dengan yang diinginkan atau belum.
2. Bagi
programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan
input yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain input ini untuk menentukan
posisi kolom, baris, dan informasi yang arus disajikan di suatu input.
2.
Desain
Output Terinci
Pada
tahap desain output secara umum, desain output ini hanya dimaksudkan untuk
menentukan kebutuhan output dari sistem baru. Output apa saja yang dibutuhkan
untuk sistem yang baru? Desain output secara umum dimaksudkan untuk menjawab
pertanyaan ini. Bagaimana dan seperti apa bentuk dari output-output tersebut?
Desain
output terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Desain output yang
akan dibahas pada bab ini adalah untuk output berbentuk laporan dimedia keras
seperti kertas. Desain output di media lunak dalam bentuk dialog di layar
terminal akan dibahas selanjutnya.
·
Bentuk Laporan
Bentuk
dari laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi, yang paling banyak
digunakan adalah dalam bentuk tabel dan berbentuk grafik atau bagan.
·
Mengatur Tata Letak Isi Output
Pengaturan
isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output untuk
dipahami dan dimengerti. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan
desain yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai sistem maupun bagi
programmer. Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari
output apakah sudah sesuai yang diinginkan atau belum.
Bagi
programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan
output yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain output ini untuk
menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan disuatu
output. Pengaturan tata letak isi output yang akan dicetak diprinter dapat
digunakan alat bagan tata letak printer (printer layout chart) dan kamus data
output.
3.
Desain
Dialog Layar Terminal
Merupakan
rancang bangun dari percakapan antara pemakai sistem (user) dengan komputer.
Percakapan ini dapat terdiri dari proses memasukkan data ke sistem, menampilkan
output informasi kepada user atau dapat keduanya.
Terdapat
beberapa strategi membuat dialog layar komputer :
1. Menu,
banyak digunakan dalam dialog karena merupakan jalur pemakai (user interface)
yang mudah dipahami dan mudah digunakan. Menu berisi dengan beberapa
alternatif atau option atau pilihan yang disajikan kepada user.
2. Kumpulan
instruksi (Instructions Set),strategi dialog ini dilakukan dengan menuliskan
suatu instruksi oleh user dan sistem akan memberikan tanggapan atau respon.
3. Dialog
Pertanyaan (Question Dialog), Sistem akan menampilkan terlebih dahulu
pertanyaan baru user akan memberikan jawaban.
4.
Desain
Database Terinci
Ditahap
desain secara umum sebelumnya, desain database hanya dimaksudkan untuk
mengidentifikasi kebutuhan file-file database yang diperlukan oleh sistem
informasi saja. Pada tahap desain terinci ini, desain database dimaksudkan
untuk mengidentifikasi isi atau struktur dari tiap-tiap file yang telah
diidentifikasi didesain secara umum.
Elemen-elemen
data disuatu file database harus dapat digunakan untuk pembuatan suatu output.
Demikian juga dengan input yang akan direkam di database, file-file database
harus mempunyai elemen-elemen untuk menampung input yang dimasukkan. Untuk
dapat merancang database terinci digunakan teknik normalisasi
5.
Desain
Teknologi Terinci
Pada
desain teknologi secara umum telah ditentukan jenis dan jumlah dari teknologi
yang akan digunakan. Yang belum didefinisikan secara pasti pada tahap ini
adalah kapasitas dari teknologi simpanan luar yang akan digunakan. Kapasitas
simpanan luar yang telah didefinisikan pada tahap desain secara umum hanya
ditaksir secara kira-kira terlebih dahulu berdasarkan pengalaman analis sistem.
Setelah
file-file database berhasil didesain secara rinci, kebutuhan kapasitas simpanan
luar sekarang dapat dihitung dengan lebih tepat. Besarnya kapasitas simpanan
luar yang dibutuhkan oleh sistem informasi dapat dihitung berdasarkan besarnya
file-file database yang akan menimpan data untuk satu periode tertentu.
3.1 Perancangan Sistem secara
Terstruktur (Structured Analisys and
Design / SSAD)
Konsep pengembangan
sistem terstruktur bukan merupakan konsep yang baru. Teknik perakitan di
pabrik-pabrik dan perancangan sirkuit untuk alat-alat elektronik adalah dua
contoh dari konsep ini yang banyak digunakan di industri-industri. Konsep ini
memang relatif masih baru digunakan dalam mengembangkan sistem informasi untuk
dihasilkan produk sistem yang memuaskan pemakainya. Melalui pendekatan
terstruktur, permasalahan-permasalahan yang komplek di organisasi dapat
dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih
memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat pada waktunya,
sesuai dengan anggaran biaya pengembangannya, dapat meningkatkan produktivitas
dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan). Salah satu tools dan teknik
dalam pengembangan sistem terstruktur adalah menggunakan DFD (Data Flow Diagram
= Diagram Arus Data, DAD).
·
Tools yang digunakan
-
DFD (Data Flow Diagram )
-
Kamus Data
-
Entity Relationship Diagram (ERD)
-
State Transition Diagram (STD)
·
Metodologi Perancangan Terstruktur
-
Metodologi pemecahan fungsional
Metodologi ini
menekankan pada pemecahan sistem ke dalam subsistem-subsistem yang lebih kecil,
sehingga akan lebih mudah untuk dipahami, dirancang, dan diterapkan.
-
Metodologi berorientasi data
Metodologi ini
menekankan pada karakteristik data yang akan diproses.
-
Prescriptive methodologies
Metodologi ini
merupakan metodologi yang dikembangkan oleh sistem house dan pabrik-pabrik
perangkat lunak dan tersedia secara komersial dalam paket-paket program.
·
Kelebihan dan Kekurangan
-
Kelebihan
1. Milestone
diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek
2. SSAD
merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh
pengguna atau programmer.
3. Penggunaan
analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk
digunakan.
4. SSAD
merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry.
5. SSAD
sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk
digunakan.
6. SSAD
memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
7. SSAD
relatif simpel dan mudah dimengerti.
-
Kekurangan
1. SSAD
berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan
non-fungsional.
2. Sedikit
sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD
3. Prinsip
dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi
kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
4. Interaksi
antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah
didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan
(kebutuhan-kebutuhan baru).
5. Selain
dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk
mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sliit bagi pengguna untuk
melakukan evaluasi.
6. Pada
SAAD sliit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan
mliai membuat sistem.
7. SSAD
tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
8. SSAD
tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek,
karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman
terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).
3.2 Perancangan Sistem secara
Berorientasi Objek (Object Oriented
Analisys and Design/OOAD)
Suatu teknik atau cara
pendekatan baru dalam melihat permasalahan dan sistem (sistem perangkat lunak.
Sistem informasi, atau sistem lainnya). Pendekatan berorientasi objek akan
memandang sistem yang akan dikembangkan sebagai suatu kumpulan objek yang
berkorespondensi dengan objek-objek dunia nyata. Ada banyak cara untuk
mengabstraksikan dan memodelkan objek-objek tersebut, mulai dan abstraksi
objek. kelas. hubungan antar kelas sampai abstraksi sistem. Saat
mengabstraksikan dan memodelkan objek ini, data dan proses-proses yang dipunyai
oleh objek akan dienkapsulasi (dibungkus) menjadi satu kesatuan. Dalam rekayasa
perangkat lunak. konsep pendekatan berorientasi objek dapat diterapkan pada
tahap analisis. perancangan. pemrograman, dan pengujian perangkat lunak. Ada
berbagai teknik yang dapat digunakan pada masing-masing tahap tersebut, dengan
aturan dan alat bantu pemodelan tertentu.
·
Tools yang digunakan
-
Object Oriented Analysis (OOA) dan
Object Oriented Design (OOD) dari Peter Coad dan Edward Yourdon [1990].
-
Object Modeling Technique (OMT) dan
James Rumbaugh, Michael Blaha, William Premerlan, Frederick Eddy dan William
Lorensen [1991].
-
Object Oriented Software Engineering
(OOSE) dan Ivar Jacobson [1992].
-
Booch Method dan Grady Booch [1994].
-
Sritrop dan Steve Cook dan John Daniels
[1994].
-
UML (Unified Modeling Language) dari
James Rumbaugh. Grady Booch dan Ivar Jacobson [1997].
·
Metodologi Perancangan Berorientasi
Objek
-
Encapsulation
Encapsulation merupakan
dasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang diproses. Data
dan prosedur atau fungsi dikemas bersama-sama dalam suatu objek, sehingga
prosedur atau fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya. Data
terlindung dari prosedur atau objek lain, kecuali prosedur yang berada
dalam objek itu sendiri.
-
Inheritance
Inheritance adalah
teknik yang menyatakan bahwa anak dari objek akan mewarisi data/atribut dan
metode dari induknya langsung. Atribut dan metode dari objek dari objek induk
diturunkan kepada anak objek, demikian seterusnya. Inheritance mempunyai arti
bahwa atribut dan operasi yang dimiliki bersama di anatara kelas yang mempunyai
hubungan secara hirarki. Suatu kelas dapat ditentukan secara umum,
kemudian ditentukan spesifik menjadi subkelas. Setiap subkelas mempunyai
hubungan atau mewarisi semua sifat yang dimiliki oleh kelas induknya, dan
ditambah dengan sifat unik yang dimilikinya. Kelas Objek dapat didefinisikan
atribut dan service dari kelas Objek lainnya. Inheritance menggambarkan
generalisasi sebuah kelas.
-
Polymorphism
Polimorfisme yaitu
konsep yang menyatakan bahwa seuatu yang sama dapat mempunyai bentuk dan
perilaku berbeda. Polimorfisme mempunyai arti bahwa operasi yang sama mungkin
mempunyai perbedaan dalam kelas yang berbeda. Kemampuan objek-objek yang
berbeda untuk melakukan metode yang pantas dalam merespon message yang
sama. Seleksi dari metode yang sesuai bergantung pada kelas yang seharusnya
menciptakan Objek.
·
Kelebihan dan Kekurangan
-
Kelebihan
1. Dibandingkan
dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan sistem
2. Dibandingkan
dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan
kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD
(Sommerville, 2000).
3. Tidak
ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi
antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.
4. Analis
dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain
dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan
eksekusi.
5. Relasi
obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di mapping dengan baik seperti
kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam
mehami desain (Sommerville, 2000).
6. Memungkinkan
adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software
yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks
(Booch, 2007).
7. Encapsliation
data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan
memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.
8. OOAD
memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan
mengurangi resiko pelaksanaan proyek.
9. Dekomposisi
obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan
masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat
dikerjakan bersama-sama. Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan
cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang
dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.
-
Kekurangan
1.
Pada awal desain OOAD, sistem mungkin
akan sangat simple.
2.
Pada OOAD lebih fockus pada coding
dibandingkan dengan SSAD.
3.
Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja
team seperti pada SSAD.
4.
Pada OOAD tidak mudah untuk
mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
5.
Sering kali pemrogramam berorientasi
obyek digunakan untuk melakukan anlisisis terhadap fungsional siste, sementara
metode OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.
6.
OOAD merupakan jenis manajemen proyek
yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode
terstruktur. Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama
untuk berpindah ke OOAD, karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang
lama ( Hantos, 2005).
7.
Metodologi pengembangan sistem dengan
OOAD menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang
menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit
terhadap reuse, akan sangat sliit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar
(Hantos, 2005).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar