5.1 Konsep Organisasi
Definisi Organisasi
Organisasi adalah suatu perkumpulan atau
perhimpunan yang terdiri dari dua orang atau lebih punya komitmen bersama dan
ikatan formal mencapai
tujuan organisasi, dan di dalam perhimpunannya terdapat hubungan antar
anggota dan kelompok dan antara pemimpin dan angota yang dipimpin atau bawahan
(Beach and Reinhartz, 2004; Bush and Middlewood, 2005).
Dapat dinyatakan pentingnya organisasi
sebagai alat administrasi dan manajemen dalam melaksanakan segala
kebijakan/keputusan yang dibuat pada tingkatan administratif maupun manajerial.
Dalam hubungan ini, hakiki organisasi dapat ditinjau dari dua sudut pandangan.
Pertama, organisasi dipandang sebagai wadah, tempat di mana kegiatan
administrasi dan manajemen dilaksanakan. Kedua, sebagai proses yang berusaha
menyoroti interaksi (hubungan) antara orang-orang yang terlibat di dalam
organisasi itu.
Pemahaman organisasi dan manajemen perlu
bagi analisis. Pemahaman ini vital bagi perancangan sebuah SIM. Penerapan
sistem informasi berdasarkan komputer dapat mempengaruhi struktur organisasi,
motivasi dalam organisasi, manajemen dan pengambilan keputusan.
Dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen,
manajer terlibat dalam membentuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan
fungsi tersebut, pengambilan keputusan dan interaksi manusia. Interaksi manusia
adalah orang-orang di dalam dan di luar organisasi dan dengan atasan serta
bawahan. Baik mutu pengambilan keputusan maupun interaksi dengan orang akan
mempengaruhi efektivitas dalam mana organisasi beroperasi. Fungsi manajemen,
pengambilan keputusan dan interaksi mansuia dibatasi oleh sumber daya yang
tersedia bagi organisasi dan kendala luar organisasi (industri, masyarakat dll)
dalam mana organisasi beroperasi.
5.2 Konsep Manajemen
Dalam Encylopedia of the social science dikatakan
bahwa “Manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan
tertentu diselengarakan dan diawasi”
·
Haiman mengatakan “ Manajemen adalah fungsi untuk
mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu
untuk mencapai tujuan bersama”
·
George R Terry “ Manajemen adalah pencapaina tujuan
ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain “
Tiga cara
melihat pengertian manajemen :
1)
Manajemen sebagai seni
Manajemen adalah kemampuan atau ketrampilan
pribadi. (Marry Panker Follet 1868-1933)
2)
Manajemen sebagai ilmu pengetahuan
Manajemen sebagai bidang pengetahuan yang sistematik
memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja
sama untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. (Luther Gullick
1865-1918)
3)
Manajemen adalah proses perencanaan pengorganisasian,
pengarahan dan pengendalian manusia dan sumber daya. Sumber daya lain untuk
mencapai tujuan.
Tiga point
penting dari definisi manajemen
1.
Adanya yang ingin dicapai
2.
Tujuan dicapai dengan mempergunakan kegiatan orang
lain
3.
Kegiatan orang lain itu harus dibimbing dan diawasi.
Sarana
penting dalam manajemen 6 M :
1)
Man yakni Sumber daya manusia yang
melakukan kegiatan manajemen dan produksi. Dengan adanya faktor SDM, kegiatan
manajemen dan produksi dapat berjalan, karena pada dasarnya faktor SDM sangat
berperan penting dalam kegiatan manajemen dan produksi.
2)
Money yakni faktor pendanaan atau
keuangan. Tanpa ada keuangan yang memadai kegiatan perusahaan atau organisasi
takan berjalan sebagaimana mestinya, karena pada dasarnya keuangan ialah darah
dari perushaan atau organisasi. Hal keuangan ini berhubungan dengan masalah
anggaran (Budget), upah karyawan (Gaji), dan pendapatan perusahaan atau
organisasi.
3)
Material Yakni berhubungan dengan barang
mentah yang akan diolah menjadi barang jadi.
4)
Machine Yakni mesin pengolah atau
teknologi yang dipakai dalam mengolah barang mentah menjadi barang jadi. Dengan
adanya mesin pengolah, maka kegiatan produksi akan lebih efisien dan
menguntungkan.
5)
Methode Yakni tata cara melakukan kegiatan manajemen secara efektif dengan
menggunakan pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran agar tercapai suatu tujuan
akan dituju.
6)
Market Yakni tempat untuk memasarkan
produk yang telah dihasilkan. Seorang manajer pemasaran dituntut untuk dapat
menguasai pasar, sehingga kegiatan pemasaran hasil produksi dapat berlangsung.
Agar pasar dapat dikuasai, maka kualitas dan harga barang haruslah sesuai
dengan selera konsumen dan daya beli masyarakat.
5.3 Interaksi
Manusia dan Organisasi
Teori manajemen pada mulanya agak
bersifat mekanis dalam pandangannya atas interaksi manusia. Tujuan para anggota
sebuah organisasi dianggap konsisten dengan tujuan organisasi (atau setidaknya
terlebur dengan tujuan organisasi). Para karyawan dianggap konsisten dengan
tujuan organisasi). Para karyawan dianggap menanggapi positif terhadap wewenang
dan didorong oleh imbalan keuangan. Gerakan hubungan kemanusiaan yang dimulai
dengan telaah Hawthorne yang terkenal antara tahun 1927 dan 1932 telah membentuk
konsep tentang organisasi sebgai sebuah sistem sosial. Motivasi ternyata
didasari oleh lebih dari sekedar imbalan ekonomis. Kelompok kerja, rekan
sekerja dan sebagainya ternyata penting. Gaya kepemimpinan dianjurkan yang
lebih menigkatkan kepuasan pekerja dalam organisasi. Hasil-hasil riset
keperilkuan (behavioral research) tidak menunjuk kepada seperangkat tunggal
prinsip tertentu, tetapi sebagian besar riset memperlihatkan perlunya
mempertimbangkan kebutuhan manusia dalam merancang organisasi.
Motivasi adalah alasan seseorang
untuk menjalankan sesuatu kegiatan. Hal ini biasanya dijelaskan dalam istilah
dorongan atau kebutuhan manusia. Kebutuhan seseorng manusia tidak tetap.
Kebutuhan ini berubah dari waktu ke waktu bersamaan dengan tingkat karirnya, dan
sementara kebutuhan tertentu mendapat lebih banyak kepuasan. Sebuah klasifikasi
yang bermanfaat tentang kebutuhan umum manusia adalah sebuah hirarki yang
dikembangkan oleh Abraham Maslow. Ia menyebut lima kebutuhan dasar, tetapi
kebutuhan yang lebih tinggi menjadi semakin mendesak hanya bila kebutuhan lebih
rendah telah cukup terpuaskan
Dalam sebuah
organisasi, seorang individu biasanya dimiliki oleh satu atau beberapa kelompok
kecil. Mereka mungkin berupa kelompok keorganisasian formal seperti regu kerja
produksi atau dapat pula berdasarkan kepentingan bersama seperti latar belakang
budaya, profesi, tujuan rekreasi (kalb bowling), atau parkir kendaraan. Ada
banyak bukti yang menunjukkan bahwa kelompok kecil adalah faktor penting yang
mempengaruhi hubungan antara individu dengan organisasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar