4.1 Definisi
Sistem
Sistem berasal dari bahasa
Latin (systēma) dan bahasa
Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang
terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk
mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan
suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model
matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan
bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta
memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara
merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi
yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara di mana yang berperan
sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali
digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen
ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula,
sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah
sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
4.2 Karakteristik
Sistem
Karakteristik sistem
adalah sistem yang mempunyai komponen-komponen, batas sistem, lingkungan
sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah dan sasaran. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini yang merupakan
karakteristik sistem.
Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa
karakteristik sistem dapat dibagi menjadi 8 bagian, yaitu :
1.
Komponen
Elemen-elemen
yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem komputer terdiri dari
sub sistem perangkat keras, perangkat lunak dan manusia.
Elemen-elemen
yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalkan bila perangkat keras
adalah sistem yang memiliki sub sistem CPU, perangkat I/O dan memori, maka
supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.
2.
Boundary (Batasan Sistem)
Batas
sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang
lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu
sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang
lingkup dari sistem tersebut.
3.
Environment (lingkungan Luar Sistem)
Lingkungan
dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi
sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga
bersifat merugikan sistem tersebut. lingkungan luar yang mengutungkan merupakan
energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara.
Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau
tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
4.
Interface (Penghubung Sistem)
Penghubung
merupakan media perantara antar sub sistem. Melalui penghubung ini memungkinkan
sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Output
dari satu sub sistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan
melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi dengan
sub sistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
5.
Input (Masukan)
Masukan
adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa maintenance
input dan sinyal input. Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya
sistem tersebut dapat beroperasi. Sinyal input adalah energi yang diproses
untuk didapatkan keluaran.
6.
Output (Keluaran)
Keluaran
adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang
berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem
yang lain atau kepada supra sistem.
7.
Proses (Pengolahan Sistem)
Suatu
sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai
pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem
produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain
menjadi keluaran berupa barang jadi.
8.
Objective and Goal (Sasaran dan Tujuan Sistem)
Suatu
sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempunyai
sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat
menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan
dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau
tujuannya.
4.3 Klasifikasi
Sistem
Klasifikasi sistem informasi adalah suatu
bentuk kesatuan antara satu komponen dengan satu komponen lainnya, karena
tujuan dari sistem tersebut memiliki akhir tujuan yang berbeda untuk setiap
perkara atau kasus yang terjadi dalam setiap sistem tersebut. Sehingga sistem
tersebut dapat diklasifikasikan menjadi beberapa sistem, diantaranya yaitu:
1. Sistem
Abstrak dan Sistem Fisik
-
Sistem Abstrak (Abstract System) merupakan sistem yang
berupa suatu konsep atau gagasan, atau sistem yang berupa suatu ide-ide atau
suatu pemikiran yang bersifat non fisik yaitu tidak terlihat secara fisik.
Contohnya seperti Teologi yaitu suatu ilmu tentang ketuhanan atau suatu gagasan
maupun suatu pemikiran tentang hubungan antara manusia dengan Tuhannya.
-
Sistem Fisik
(Physical System) merupakan sistem yang terlihat secara fisik contohnya seperti
sistem akuntansi, sistem transportasi, sistem komputer, sistem produksi, dan
lain-.lainnya
2. Sistem
Deterministik dan Sistem Probabilistik
-
Sistem Deterministik (Deterministic System) merupakan
suatu sistem yang bergerak atau beroperasi dengan cara yang dapat diperkirakan
secara tepat, dan dapat mengetahui interaksi yang terjadi pada setiap
bagian-bagiannya. Contohnya yaitu sistem komputer.
-
Sistem Probabilistik (Probabilistic System) merupakan
suatu sistem yang tidak dapat memperkirakan hasil akhirnya atau kondisi masa
depannya secara tepat karena memiliki unsur probabilitas (kemungkinan atau
tidak tentu). Contohnya seperti sistem persediaan barang, sistem pemilihan
presiden, dan lain sebagainya.
3. Sistem
Terbuka dan Sistem Tertutup
-
Sistem terbuka (Open System) merupakan sistem yang
berhubungan dan mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar untuk mendapatkan
inputan dan melakukan proses sehingga menghasilkan keluaran. Karena sistem ini
merupakan sistem yang mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar atau merupakan
sistem yang terbuka, maka sistem ini harus memiliki pengendalian yang baik,
sehingga secara relatif tertutup, karena sistem yang tertutup akan secara
otomatis akan terbuka untuk pengaruh yang positif saja. Contohnya sistem
keorganisasian.
-
Sistem tertutup (Close System) kebalikan dari sistem
terbuka, yaitu sistem yang tidak behubungan dan tidak mendapatkan pengaruh dari
lingkungan luar, sehingga sistem ini tidak melakukan pertukaran materi, energi,
ataupun informasi, dan secara otomatis akan bekerja tanpa adanya campur tangan
dari lingkungan luar. Contohnya reaksi kimia dalam sebuah tabung. Secara
teoritis sistem tersebut ada, akan tetapi pada kenyataanya sistem tersebut
tidak sepenuhnya tertutup, yang ada hanyalah relatively close system (sistem
yang relatif tertutup atau tidak sepenuhnya tertutup).
4. Sistem
Alamiah dan Sistem Buatan
-
Sistem Alamiah (Natural System) merupakan sistem yang
terjadi karena proses-proses alam tanpa adanya campur tangan manusia, karena
memang tidak ada campur tangan manusia dan merupakan proses yang alamiah.
Contohnya seperti rotasi perputaran bumi, sistem tatasurya, dan lain
sebagainya.
-
Sistem Buatan (Human Made System) merupakan sistem
yang dirancang oleh manusia atau merupakan sistem yang proses terjadinya
melibatkan campur tangan manusia. Sistem ini juga melibatkan mesin, sehingga
sering kali disebut Human Machine System. Contohnya Sistem komputer.
5. Sistem
Sederhana dan Sistem Kompleks
Dilihat dari tingkat kerumitannya sistem
juga dapat dibagi menjadi sistem sederhana dan sistem kompleks. Contoh dari
sistem sederhana yaitu sistem yang ada pada sepeda, sedangkan contoh dari
sistem kompleks yaitu terjaddi pada otak manusia.
4.4 Definisi
Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan suatu
perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang
mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah tersebut menyiratkan
suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta
menyusun tatacara penggunaanya. Keberhasilan suatu sistem informasi yang diukur
berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tiga faktor utama, yaitu :
·
Keserasian dan mutu data
·
Pengorganisasian data, dan
·
Tatacara penggunaanya.
Untuk memenuhi permintaan penggunaan
tertentu, maka struktur dan cara kerja sistem informasi berbeda-beda bergantung
pada macam keperluan atau macam permintaan yang harus dipenuhi. Suatu persamaan
yang menonjol ialah suatu sistem informasi menggabungkan berbagai ragam data
yang dikumpulkan dari berbagai sumber.
Untuk dapat menggabungkan data yang
berasal dari berbagai sumber suatu sistem alih rupa (transformation) data
sehingga jadi tergabungkan (compatible). Berapa pun ukurannya dan apapun ruang
lingkupnya suatu sistem informasi perlu memiliki ketergabungan (compatibility)
data yang disimpannya. (Hanif Al Fatta, 2009:9).
Menurut Sutabri (2005:42), sistem
informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi
yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk
dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas
dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi
yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan yaitu memberikan informasi bagi
pengambil keputusan dan untuk mengendalikan organisasi.
Informasi dalam lingkup sistem informasi
memiliki beberapa ciri yaitu:
1. Baru,
informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima.
2. Tambahan,
informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan pada informasi yang
telah ada.
3. Korektif,
informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah sebelumnya.
4. Penegas,
informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada.
4.5 Peranan
Sistem Informasi
Manajemen tidak dapat mengabaikan sistem
informasi karena sistem informasi memainkan peran yang kritikal di dalam
organisasi. Sistem informasi ini sangat mempengaruhi secara langsung bagaimana
manajemen mengambil keputusan, membuat rencana, dan mengelola para pegawainya,
serta meningkatkan sasaran kinerja yang hendak dicapai, yaitu bagaimana
menetapkan ukuran atau bobot setiap tujuan/kegiatan, menetapkan standar
pelayanan minimum, dan bagaimana menetapkan standar dan prosedur pelayanan baku
kepada masyarakat. Oleh karenanya, tanggung jawab terhadap sistem informasi
tidak dapat didelegasikan begitu saja kepada sembarang pengambil keputusan.
SIM adalah suatu sistem yang menyediakan
kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan
pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Beberapa peran sistem informasi manajemen
antara lain sebagai berikut:
1.
Meningkatkan aksebilitas data yang tersaji secara
tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara
sistem informasi.
2.
Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam
memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3.
Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4.
Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan
pendukung sistem informasi.
5.
Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem
informasi.
6.
Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi
ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7.
Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan
dan pemeliharaan sistem.
8.
Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah
transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah
satu produk atau pelayanan mereka.
9.
Perusahaan menggunakan sistem informasi manajemen
untuk mempertahankan persediaan paada tingkat paling rendah agar konsisten
dengan jenis barang yang tersedia.
10.
SIM untuk pendukung pengambilan keputusan.
11.
SIM untuk pengendalian operasional, pengendalian
operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan
secara efektif dan efisien.
12.
SIM untuk pengendalian manajemen, yaitu untuk mengukur
pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru
untuk diterapkan personalia operasional, dana mengalokasi sumber daya.
13.
SIM untuk perencanaan starategis, tujuan perencanaan
strategis adalah untuk mengembangkan strategi dimana suatu organisasiakan mampu
mencapai tujuannya.
14.
SIM menganalisis kebutuhan-kebutuhan informasi yang
dibutuhkanya.
15.
SIM berperan sebagai penyedia bagi pengelola
organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas
organisasi.
Manfaat
sistem informasi manajemen, SIM dapat menolong perusahaan untuk:
a.
SIM memberikan dukungan dalam pengumpulan informasi
atau perancangan rangkaian alternatif tindakan, memutuskan untk memilih
tindakan yang terbaik dari alternatif yang tersedia dan melaksanakan pilihan
dan mengawasi hasil kegiatan.
b.
SIM dapat digunakan secara efektif untuk mendukung
setiap tinngkatan pada proses pengambilan keputusan dan dapat digunakan juga
memperoleh dan menyimpan informasi yang berkaitan dengan masalah standar dan
situasi sekarang.
c.
SIM ini juga sangat membantu untuk merealisasikan
keputusan dalam tindakan dan mengawasi tindakan serta memberikan umpan balik
yang berkaitan dengan hasilnya.
4.6 Komponen-komponen
Sistem Informasi
Dalam suatu sistem informasi terdapat
komponen-komponen, seperti :
1. Perangkat
keras (hardware) : mencakup peranti-peranti fisik
seperti komputer dan printer.
2. Perangkat
lunak (software) atau program : sekumpulan
instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
3. Prosedur
: sekumpulan
aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran
yang dikehedaki.
4. Orang /
Manusia : semua pihak yang bertanggung jawab dalam
pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
5. Basis
data (database) : sekumpulan tabel, hubungan, dan
lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
6. Jaringan
komputer dan komunikasi data : sistem penghubung yang memungkinkan
sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar