1. Jelaskan perbedaan antara Desain
Sistem secara Umum dengan Desain Sistem secara Terinci, dan sebutkan
komponennya masing-msing.
Jawab
:
-
Desain Sistem secara Umum : Untuk
memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram
komputer.
-
Desain Sistem secara Terinci : Untuk
membuat rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk
pembuatan program komputer.
-
Komponen-komponen Desain Sistem secara
Umum :
1. Desain
Model secara Umum
2. Desain
Input secara Umum
3. Desain
Output secara Umum
4. Desain
Database secara Umum
5. Desain
Teknologi secara Umum
-
Komponen-komponen Desain Sistem secara
Terinci :
1. Desain
Input secara Terinci
2. Desain
Output secara Terinci
3. Desain
Dialog Layar Terminal secara Terinci
4. Desain
Database secara Terinci
5. Desain
Teknologi secara Terinci
2.
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan analisa sistem, dan sebutkan langkah-langkah yang
terdapat pada analisa sistem tersebut serta sebutkan laporan hasil analisa.
Jawab
:
-
Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi
yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang
terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
-
Langkah-langkahnya:
1.
Identify: mengidentifikasi masalah
Ada 3 langkah yang harus dilakukan di dalam tahapan
ini, yaitu:
a.
Mengidentifikasi Penyebab Masalah
Pada tahap ini kita
harus dapat mengetahui apa yang menyebabkan masalah terjadi. Misal terjadi
penurunan omset penjualan karena banyaknya konsumen yang komplain terhadap
divisi penjualan tersebut.
b.
Mengidentifikasi Titik Keputusan
Setelah
penyebab terjadinya masalah dapat ditentukan, selanjutnya juga harus tentukan
titik keputusan penyebab masalah tersebut.
Contoh
: Penyebab masalah konsumen komplain karena pelayanan yang kurang
baik terhadap konsumen. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab
masalah ini adalah penanganan order langganan di bagian order penjualan yang
kurang baik kepada pelanggan.
c.
Mengidentifikasi Personil-personil Kunci
Setelah titik-titik
keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya, maka
selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang
langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya maslah tersebut.
2.
Understand: memahami kerja dari sistem yang ada
Dapat dilakukan dengan mempelajari
secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Untuk
mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan
cara melakukan penelitian:
a.
Menentukan jenis penelitian
b.
Merencanakan jadwal penelitian
c.
Membuat penugasan penelitian
d.
Membuat agenda wawancara
e.
Mengumpulkan hasil penelitian
3.
Analyze: menganalisis hasil
penelitian
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah
diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Kita dapat menganalisis:
a.
Kelemahan dari sistem lama tersebut
b.
Kebutuhan informasi bagi pemakai sistem dan pihak
manajemen
4.
Report: membuat laporan hasil analisis
Isinya adalah:
a.
Alasan melakukan analisis sistem
b.
Menguraikan permasalahan-permasalahan yang terjadi
pada sistem lama
c.
Mengidentifikasi penyebab masalah
d.
Mengidentifikasi titik keputusan
e.
Menguraikan penelitian yang dilakukan
f.
Menguraikan hasil analisis
g.
Kesimpulan analisis
-
laporan hasil analisa
a.
Alasan melakukan analisis sistem
b.
Menguraikan permasalahan-permasalahan yang terjadi
pada sistem lama
c.
Mengidentifikasi penyebab masalah
d.
Mengidentifikasi titik keputusan
e.
Menguraikan penelitian yang dilakukan
f.
Menguraikan hasil analisis
g.
Kesimpulan analisis
3. Jelaskan perbedaan antara
perancangan sistem dengan pendekatan secara terstruktur dengan perancangan
sistem yang berorientasi objek di tinjau :
a.
Penggunaan
sistem operasi
b.
Penggunaan
bahasa pemrograman
c.
Penggunaan
alat pemodelan masing-masing
Jawab :
a. Penggunaan
sistem operasi
-
Pada pendekatan terstruktur merupakan
metode yang pendekatannya pada proses, karena metode ini mencoba melihat system
dari sudut pandang logical dan juga melihat data sebagai sumber proses. Di
dalam penggambaran datanya, metode ini menggunakan Data Flow Diagram (DFD),
Normalisasi, Entitas Relationship Diagram (ERD), dan lainnya.
-
Selain itu perbedaan yang paling
mendasar dari pendekatan terstruktur dan objek adalah pada metode berorientasi
fungsi atau aliran data (DFD), dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan
fungsi atau proses secara hirarki, mulai dari konteks sampai proses-proses yang
paling kecil, sementara pada pendekatan objek, dekomposisi permasalahan
dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam system.
-
Untuk pendekatan objek, dalam melakukan
pemecahan suatu masalah tidak dilihat bagaimana cara menyelesaikan suatu
masalah tersebut tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah
tersebut. Pendekatan ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat,
sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. system yang dihasilkan
sangat fleksibel dan mudah dalam pemeliharaan. Sedangkan untuk pengembangan
terstruktur, menggunakan prosedur/tata cara yang teratur untuk mengoperasikan
data struktur. Pendekatan ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer,
relative simple dan mudah dimengerti, berorientasi pada proses, sehingga
mengabaikan kebutuhan nonfungsional.
b.
Penggunaan
bahasa pemrograman
c.
Penggunaan
alat pemodelan masing-masing
·
perancangan sistem dengan pendekatan secara
terstruktur
1. DFD
(Data Flow Diagram )
2. Kamus
Data
3. Entity
Relationship Diagram (ERD)
4. State
Transition Diagram (STD)
·
perancangan sistem dengan pendekatan
secara berorientasi objek
1. Object
Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD) dari Peter Coad dan
Edward Yourdon [1990].
2. Object
Modeling Technique (OMT) dan James Rumbaugh, Michael Blaha, William Premerlan,
Frederick Eddy dan William Lorensen [1991].
3. Object
Oriented Software Engineering (OOSE) dan Ivar Jacobson [1992].
4. Booch
Method dan Grady Booch [1994].
5. Sritrop
dan Steve Cook dan John Daniels [1994].
6. UML
(Unified Modeling Language) dari James Rumbaugh. Grady Booch dan Ivar Jacobson
[1997].
4. Apa yang dimaksud dengan :
a.
Seleksi
sistem
b.
Implementasi
sistem
c.
Sebutkan
langkah-langkah baik yang terdapat pada seleksi sistem dan implementasi sistem.
Jawab
:
a.
Seleksi Sistem adalah tahap untuk
memilih perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada sistem
informasi.
b. Implementasi
Sistem yaitu tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan.
c. -
Langkah-langkah seleksi sistem
1. Memilih
penyedia teknologi.
2. Meminta
proposal dari penjual. Proposal ini nantinya akan digunakan sebagai suatu dasar
penilaian untuk penyedia teknologi yang paling tepat.
3. Menyaring
penjual. Hanya proposal yang memenuhi syarat saja yang akan dievaluasi, untuk
menentukan penjual mana yang memenuhi syarat.
4. Mengevaluasi
penjual yang lolos saringan. Proposal yang telah lolos saringan lebih lanjut
perlu dibandingkan satu dengan yang lainnya dan diranking untuk menentukan penjual
mana yang direkomendasikan.
5. Membuat
Kontrak. Setelah semua proposal yang memenuhi syarat telah dievaluasi dan telah
didapatkan rankingnya untuk tiap – tiap proposal, maka rekomendasi perlu
diberikan kepada manajemen. Setelah manajemen memutuskan penjual mana yang
menjadi pemenang maka kontrak pengadaan perangkat keras / perangkat lunak perlu
dibuat. Tujuan kontrak adalah untuk membuktikan siapa yang bersalah jika
terjadi perselisihan dikemudian hari dan tindakan apa saja yang harus
dilakukan.
- Langkah-langkah implementasi sistem
1. Menetapkan
Rencana Implementasi : Adalah untuk mengatur biaya dan waktu yang
dibutuhkan selama tahap sistem diterapkan pada suatu organisasi.
2. Melakukan
Kegiatan Implementasi
Ada
5 kegiatan yang dilakukan pada langkah ini yaitu :
a. Pemilihan
dan Pelatihan Personil
Personil-personil yang terlibat di dalam sistem
informasi adalah:
·
Tugas-tugas Input-Output Data :
Personil-personil yang terlibat dalam menangani pemasukan data dan distribusi
dari output.
·
Tugas-tugas Operasi : Personil-personil
yang menangani jalannya operasi pengolahan data yang tidak terlibat secara
langsung dengan tugas I/O.
·
Tugas-tugas Pemrograman :
Personil-personil yang menulis program-program komputer.
·
Tugas-tugas Analis Sistem :
Personil-personil yang akan mengembangkan sistem.
Pelatihan
Karyawan, dapat dilakukan dengan:
·
Pelatihan (Training) : Personil yang
masuk dalam kategori ini adalah personil-personil yang akan mengoperasikan
sistem yaitu mereka yang terlibat dalam tugas mempersiapkan input, memproses
data, mengoperasikan sistem, merawat & menjaga sistem.
·
Pendidikan (Education) :
Personil-personil yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang membutukan
& menggunakan sistem misalnya salesman, akuntan dll.
Pendidikan
ini lebih ditekankan pada bagaimana kerja dari sistem dan bagaimana cara
mengoperasikan sistem.
b. Pemilihan
Tempat dan Instalasi Perangkat Keras dan Lunak
Sistem komputer yang besar membutuhkan tempat dengan
lingkungan yang lebih harus diperhitungkan. Persiapan fisik ini meliputi :
AC untuk mengatur temperatur ruangan, penerangan yang cukup, pendeteksi
kebakaran, penyediaan alat telekomunikasi, dll.
c. Pemrograman
dan Pengetesan Program
Pemrograman adalah kegiatan menulis kode program
yang akan diproses oleh komputer. Setelah programmer selesai membuat program
yang sesuai dengan desain sistem yang telah dibuat oleh sistem
analis dan sebelum program diterapkan, maka program harus bebas terlebih
dahulu dari kesalahan-kesalahan. Oleh sebab itu program harus ditest untuk
menemukan kesalahan-kesalahan.
d. Pengetesan
Sistem
Kegiatan ini dilakukan untuk memeriksa kekompakan
antar komponen sistem yang diimplementasikan. Tujuannya adalah untuk
memastikan bahwa elemen-elemen dari sistem telah berfungsi sesuai dengan yang
diharapkan.
e. Konversi
Sistem
Merupakan proses untuk meletakkan sistem baru supaya
siap mulai untuk dapat digunakan.
3. Tindak
Lanjut Implementasi
Analis sistem masih perlu melakukan
tindak lanjut berikutnya seteleh sistem baru diimplementasikan. Analis sistem
masih perlu melakukan pengetesan penerimaan sistem. Pengetesan ini berbeda
dengan pengetesan sistem yang telah dilakukan sebelumnya. Jika pada pengetesan
sebelumnya digunakan data test/semu, tapi pada pengetesan ini
dilakukan dengan menggunakan data sesungguhnya dalam
jangka waktu tertentu yang dilakukan oleh analis sistem
bersama-sama dengan user.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar