Kamis, 12 Juli 2018

Soal UAS


1.      Jelaskan perbedaan antara Desain Sistem secara Umum dengan Desain Sistem secara Terinci, dan sebutkan komponennya masing-msing.
Jawab :
-          Desain Sistem secara Umum : Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer.
-          Desain Sistem secara Terinci : Untuk membuat rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan program komputer.
-          Komponen-komponen Desain Sistem secara Umum :

1.      Desain Model secara Umum
2.      Desain Input secara Umum
3.      Desain Output secara Umum
4.      Desain Database secara Umum
5.      Desain Teknologi secara Umum
-          Komponen-komponen Desain Sistem secara Terinci :
1.      Desain Input secara Terinci
2.      Desain Output secara Terinci
3.      Desain Dialog Layar Terminal secara Terinci
4.      Desain Database secara Terinci
5.      Desain Teknologi secara Terinci

2.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan analisa sistem, dan sebutkan langkah-langkah yang terdapat pada analisa sistem tersebut serta sebutkan laporan hasil analisa.
Jawab :
-          Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
-          Langkah-langkahnya:
1.         Identify: mengidentifikasi masalah
Ada 3 langkah yang harus dilakukan di dalam tahapan ini, yaitu:
a.          Mengidentifikasi Penyebab Masalah
Pada tahap ini kita harus dapat mengetahui apa yang menyebabkan masalah terjadi. Misal terjadi penurunan omset penjualan karena banyaknya konsumen yang komplain terhadap divisi penjualan tersebut.
b.          Mengidentifikasi Titik Keputusan
Setelah penyebab terjadinya masalah dapat ditentukan, selanjutnya juga harus tentukan titik keputusan penyebab masalah tersebut.
Contoh : Penyebab masalah konsumen komplain karena  pelayanan yang kurang baik terhadap konsumen. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah penanganan order langganan di bagian order penjualan yang kurang baik kepada pelanggan.
c.          Mengidentifikasi Personil-personil Kunci
Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya, maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya maslah tersebut.

2.         Understand: memahami kerja dari sistem yang ada
Dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian:
a.          Menentukan jenis penelitian
b.          Merencanakan jadwal penelitian
c.          Membuat penugasan penelitian
d.         Membuat agenda wawancara
e.          Mengumpulkan hasil penelitian

3.         Analyze: menganalisis hasil penelitian
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Kita dapat menganalisis:
a.          Kelemahan dari sistem lama tersebut
b.          Kebutuhan informasi bagi pemakai sistem dan pihak manajemen

4.         Report: membuat laporan hasil analisis
Isinya adalah:
a.          Alasan melakukan analisis sistem
b.          Menguraikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada sistem lama
c.          Mengidentifikasi penyebab masalah
d.         Mengidentifikasi titik keputusan
e.          Menguraikan penelitian yang dilakukan
f.           Menguraikan hasil analisis
g.          Kesimpulan analisis

-          laporan hasil analisa
a.          Alasan melakukan analisis sistem
b.          Menguraikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada sistem lama
c.          Mengidentifikasi penyebab masalah
d.         Mengidentifikasi titik keputusan
e.          Menguraikan penelitian yang dilakukan
f.           Menguraikan hasil analisis
g.          Kesimpulan analisis

3.      Jelaskan perbedaan antara perancangan sistem dengan pendekatan secara terstruktur dengan perancangan sistem yang berorientasi objek di tinjau :
a.      Penggunaan sistem operasi
b.      Penggunaan bahasa pemrograman
c.       Penggunaan alat pemodelan masing-masing
Jawab :
a.       Penggunaan sistem operasi
-          Pada pendekatan terstruktur merupakan metode yang pendekatannya pada proses, karena metode ini mencoba melihat system dari sudut pandang logical dan juga melihat data sebagai sumber proses. Di dalam penggambaran datanya, metode ini menggunakan Data Flow Diagram (DFD), Normalisasi, Entitas Relationship Diagram (ERD), dan lainnya.
-          Selain itu perbedaan yang paling mendasar dari pendekatan terstruktur dan objek adalah pada metode berorientasi fungsi atau aliran data (DFD), dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan fungsi atau proses secara hirarki, mulai dari konteks sampai proses-proses yang paling kecil, sementara pada pendekatan objek, dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam system.
-          Untuk pendekatan objek, dalam melakukan pemecahan suatu masalah tidak dilihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Pendekatan ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. system yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam pemeliharaan. Sedangkan untuk pengembangan terstruktur, menggunakan prosedur/tata cara yang teratur untuk mengoperasikan data struktur. Pendekatan ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer, relative simple dan mudah dimengerti, berorientasi pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan nonfungsional.
b.      Penggunaan bahasa pemrograman
c.       Penggunaan alat pemodelan masing-masing
·         perancangan sistem dengan pendekatan secara terstruktur
1.      DFD (Data Flow Diagram )
2.      Kamus Data
3.      Entity Relationship Diagram (ERD)
4.      State Transition Diagram (STD)
·         perancangan sistem dengan pendekatan secara berorientasi objek
1.      Object Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD) dari Peter Coad dan Edward Yourdon [1990].
2.      Object Modeling Technique (OMT) dan James Rumbaugh, Michael Blaha, William Premerlan, Frederick Eddy dan William Lorensen [1991].
3.      Object Oriented Software Engineering (OOSE) dan Ivar Jacobson [1992].
4.      Booch Method dan Grady Booch [1994].
5.      Sritrop dan Steve Cook dan John Daniels [1994].
6.      UML (Unified Modeling Language) dari James Rumbaugh. Grady Booch dan Ivar Jacobson [1997].


4.      Apa yang dimaksud dengan :
a.      Seleksi sistem
b.      Implementasi sistem
c.       Sebutkan langkah-langkah baik yang terdapat pada seleksi sistem dan implementasi sistem.
Jawab :
a.       Seleksi Sistem adalah tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada sistem informasi.
b.      Implementasi Sistem yaitu tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan.
c.       - Langkah-langkah seleksi sistem
1.      Memilih penyedia teknologi. 
2.      Meminta proposal dari penjual. Proposal ini nantinya akan digunakan sebagai suatu dasar penilaian untuk penyedia teknologi yang paling tepat. 
3.      Menyaring penjual. Hanya proposal yang memenuhi syarat saja yang akan dievaluasi, untuk menentukan penjual mana yang memenuhi syarat. 
4.      Mengevaluasi penjual yang lolos saringan. Proposal yang telah lolos saringan lebih lanjut perlu dibandingkan satu dengan yang lainnya dan diranking untuk menentukan penjual mana yang direkomendasikan. 
5.      Membuat Kontrak. Setelah semua proposal yang memenuhi syarat telah dievaluasi dan telah didapatkan rankingnya untuk tiap – tiap proposal, maka rekomendasi perlu diberikan kepada manajemen. Setelah manajemen memutuskan penjual mana yang menjadi pemenang maka kontrak pengadaan perangkat keras / perangkat lunak perlu dibuat. Tujuan kontrak adalah untuk membuktikan siapa yang bersalah jika terjadi perselisihan dikemudian hari dan tindakan apa saja yang harus dilakukan.

- Langkah-langkah implementasi sistem
1.      Menetapkan Rencana Implementasi : Adalah untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama tahap sistem diterapkan pada suatu organisasi.
2.      Melakukan Kegiatan Implementasi 
Ada 5 kegiatan yang dilakukan pada langkah ini yaitu : 
a.       Pemilihan dan Pelatihan Personil 
Personil-personil yang terlibat di dalam sistem informasi adalah:
·         Tugas-tugas Input-Output Data : Personil-personil yang terlibat dalam menangani pemasukan data dan distribusi dari output.
·         Tugas-tugas Operasi : Personil-personil yang menangani jalannya operasi pengolahan data yang tidak terlibat secara langsung dengan tugas I/O.
·         Tugas-tugas Pemrograman : Personil-personil yang menulis program-program komputer.
·         Tugas-tugas Analis Sistem : Personil-personil yang akan mengembangkan sistem.
Pelatihan Karyawan, dapat dilakukan dengan:
·         Pelatihan (Training) : Personil yang masuk dalam kategori ini adalah personil-personil yang akan mengoperasikan sistem yaitu mereka yang terlibat dalam tugas mempersiapkan input, memproses data, mengoperasikan sistem, merawat & menjaga sistem.
·         Pendidikan (Education) : Personil-personil yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang membutukan & menggunakan sistem misalnya salesman, akuntan dll.
Pendidikan ini lebih ditekankan pada bagaimana kerja dari sistem dan bagaimana cara mengoperasikan sistem.
b.      Pemilihan Tempat dan Instalasi Perangkat Keras dan Lunak  
Sistem komputer yang besar membutuhkan tempat dengan lingkungan yang lebih harus diperhitungkan. Persiapan fisik ini meliputi : AC untuk mengatur temperatur ruangan, penerangan yang cukup, pendeteksi kebakaran, penyediaan alat telekomunikasi, dll.
c.       Pemrograman dan Pengetesan Program 
Pemrograman adalah kegiatan menulis kode program yang akan diproses oleh komputer. Setelah programmer selesai membuat program yang sesuai dengan desain sistem yang telah dibuat oleh  sistem analis dan sebelum program diterapkan, maka program harus bebas terlebih dahulu dari kesalahan-kesalahan. Oleh sebab itu program harus ditest untuk menemukan kesalahan-kesalahan.
d.      Pengetesan Sistem
Kegiatan ini dilakukan untuk memeriksa kekompakan antar komponen sistem yang diimplementasikan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa elemen-elemen dari sistem telah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
e.       Konversi Sistem
Merupakan proses untuk meletakkan sistem baru supaya siap mulai untuk dapat digunakan.
3.      Tindak Lanjut Implementasi
Analis sistem masih perlu melakukan tindak lanjut berikutnya seteleh sistem baru diimplementasikan. Analis sistem masih perlu melakukan pengetesan penerimaan sistem. Pengetesan ini berbeda dengan pengetesan sistem yang telah dilakukan sebelumnya. Jika pada pengetesan sebelumnya digunakan data test/semu, tapi pada  pengetesan ini dilakukan dengan menggunakan data sesungguhnya dalam jangka    waktu tertentu yang dilakukan oleh analis sistem bersama-sama dengan user.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar