BAB I GAMBARAN UMUM SIM
1. Definisi SIM ( Sistem Informasi Manajemen )
Sistem
pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan
informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan. SIM digambarkan
sebagai sebuah bangunan piramida:
Definisi
SIM : sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (interated), untuk menyajikan
informasi guna mendukung fungsi operasi,manajemen dan pengambilan keputusan
dalam sebuah organisasi.
Dalah
hal konsep manusia/mesin berarti bahwa perancang sebuah sistem informasi
manajemna harus memahami kemampuan manusia sebagai pengolah informasi dan
perilaku manusia dalam pengambilan keputusan.
3. Model-Model pengambilan keputusan
Pada dasarnya
terdapat dua cara untuk melakukan penilaian keputusan:[3]
3. SIM dimata pemakai
1.
Menggunakan pendekatan yang sifatnya pragmatis, yaitu melihat hasil
yang dicapai. Jika hasil yang dicapai sesuai dengan harapan dan keinginan,
keputusan yang diambil dapat dikatakan sebagai keputusan yang baik, dan
sebaliknya. Secara pragmatis, beberapa tolok ukur tambahan yang dapat dan biasa
digunakan dalam menilai tepat tidaknya suatu
keputusan antara lain:
a.
Mutu keputusan yang diambil dalam arti penggabungan yang tepat
antara rasionalitas dan kreativitas oleh pengambil keputusan.
b.
Dipertimbangkannya berbagai alternatif yang wajar dan relevan untuk
dipertimbangkan.
c.
Tersedianya informasi yang relevan, mutakhir, dapat dipercaya dan
lengkap serta digunakan sebgai dasar untuk melakukan analisis yang diperlukan.
d.
Pemanfaatan yang ekonomis dari berbagai sumber daya, dana, dan
tenaga dalam proses pengambilan keputusan.
e.
Akseptabilitas keputusan yang diambil oleh mereka yang diharapkan
akan menjalankan keputusan tersebut dan oleh mereka yang akan terkena oleh
keputusan yang diambil.
2.
Menggunakan pendekatan yang sifatnya prosedural. Dalam hal ini yang
dinalai adalah proses tau tata cara yang digunakan dalam pengambilan keputusan.
Cara inilah yang menyangkut model dan teknik pengambilan keputusan. Yang
dilakukan ialah meniali suatu keputusan baik atau tidak berdasarkan cara yang
ditempuh untuk menjatuhkan piihan. Apabila seorang pengambil keputusan telah
mengidentifikasikan dan mempertimbangkan semua alternatif yang secara sadar
dibatasi, dan telah melalui semua langkah dalam proses pengambilan keputusan,
serta menerima konsekuensi tindakan yang diambil, proses pengambilan keputusan
demikian dapat dipandang sebagai proses yang tuntas.
3. SIM dimata pemakai
a. User
(pengguna)
PEMAKAI
|
PENGUNAAN
|
a.
Petugas Administrasi
|
Mengerakan
transaksi,mengolah data,menjawab pertanyaan
|
b.
Manajer tingkat bawah
|
Mendapatkan data
operasi,membantu perencanaan,penjadwalan
|
c.
Staf Ahli
|
Informasi untuk
analisi,membantu dalam analisis,perencanaan dan pelaporan
|
b. Pihak
manajemen
- Top Manager : Tanggung jawab dari manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan, keputusan dan strategi yang berlaku secara umum pada suatu perusahaan. Manajer puncak juga yang melakukan hubungan dengan perusahaan lain dan pemerintah..
- Middle Manager : Manajer tingkat menengah berada di antara manajer puncak dan manajer lini pertama. Manajer ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil oleh manajer tingkat atas atau puncak.
- Lower Manager : Manajer tingkat bawah ini kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak dan menengah telah dijalankan dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut serta dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang
disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input,
komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware,
komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen
tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan
untuk mencapai sasaran.
- Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar. - Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. - Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem. - Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. - Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi. - Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi. -
Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System). -
Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur
terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar